Monday, April 23, 2018

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.



Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan nonformal, yaitu pendidikan yang diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Pendidik untuk pendidikan formal dan nonformal pada jenjang pendidikan usia dini, dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu, dan evaluasi yang transparan.

Sumber: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Monday, April 16, 2018

Salut dengan Aksi Cepat Tanggap ‘147’ Layanan Telkom kepada Pelanggan

Peranan teknologi dalam pemenuhan informasi melalui internet sangat dibutuhkan pada zaman sekarang. Salah satu penyedia jasa internet adalah PT. Telkom, melalui jaringan fiber optik ‘Indihome’. Permasalahan yang terjadi dalam pemenuhan kualitas jaringan internet adalah kestabilan koneksi jaringan. Hal ini merupakan tantangan PT. Telkom untuk melayani pelanggannya, di masing-masing daerah/cabang.

Saya mengalami gangguan internet pada tanggal 15 April 2017, untuk layanan internet dan layanan telepon. Adapun indikasi yang terjadi adalah warna merah pada modem Indihome. Untuk melapor ke 147 jaringan telepon juga mengalami masalah Akhirnya saya berinisiatif untuk pergi ke kantor PT. Telkom Banda Aceh. Kebetulan, di kantor PT. Telkom, sedang tutup karena hari itu adalah hari Minggu. Namun, petugas security yang berjaga pada waktu itu, berkenan untuk menggunakan telepon yang ada di Pos Security untuk menelepon 147 (terima kasih Pak sudah mengizinkan saya menggunakan telepon. :)

Kronologi Kejadian:
Tanggal 15/04/2018
13.00 WIB Melapor melalui Pos Security PT. Telkom Banda Aceh
13.47 WIB Verifikasi SMS untuk Nomor Pengaduan IN29912802
Tanggal 16/04/2018
11.34 WIB Dihubungi oleh +6224147 untuk konfirmasi gangguan
12.56 WIB Dihubungi oleh +6282370527696 untuk konfirmasi lokasi pengaduan
13.10 WIB Teknisi sampai di Lokasi
14.19 WIB Layanan Indihome sudah bisa digunakan kembali.

Terima kasih kepada teknisi yang mencari sumber masalah, dengan menelusuri indikasi putusnya jaringan, dan mengganti kabel untuk pelayanan yang lebih baik. Apa yang selama ini saya takutkan dengan browsing di internet dengan buruknya layanan PT. Telkom untuk pelayanan aduan gangguan 147, tidak terbukti untuk saya pribadi.

Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada PT. Telkom dan jajarannya, khususnya cabang Banda Aceh, saya mengucapkan apresiasi terhadap layanan yang telah diberikan kepada saya sebagai konsumen. Semoga dapat dipertahankan kinerja layanan bagi pelanggan Indihome.

Salam,
Andhi Sukma Hanafi
Banda Aceh, NAD

Sumber : https://mediakonsumen.com/2018/04/16/surat-pembaca/salut-dengan-aksi-cepat-tanggap-147-layanan-telkom-kepada-pelanggan

Saturday, April 14, 2018

Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dengan Stabilitas Harga Sembako

Sembako yang merupakan sembilan bahan pokok, yang tediri dari beras, gula, sayur dan buah, daging, minyak goreng, susu, telor, elpiji, dan garam merupakan kebutuhan pokok minimum yang dibutuhkan semua kalangan masyarakat baik atas, menengah, dan bawah.

Harga dari masing-masing sembako, pada tiap-tiap daerah memiliki indeks yang berbeda. Indek ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ketersediaan hasil produksi di masing-masing daerah, distribusi barang, dan ketersediaan barang sembako di pasar.


Bagi kalangan masyarakat atas, stabilitas harga sembako tidak berpengaruh besar dalam pemenuhan kebutuhannya. Sedangkan untuk kalangan masyarakat menengah-bawah, stabilitas harga sembako merupakan hal yang selalu diperhatikan. Disisi inilah peran Pemerintah untuk dapat menjaga stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dalam menjalankan peranannya, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) harus mampu menjaga stabilitas harga sembako. Adapun langkah yang dapat diambil oleh Bulog dalam menjaga stabilitas harga adalah dengan melakukan analisis harga sembako pada wilayah masing-masing, dan menjaga ketersedian barang sembako, serta mempermudah proses distribusi barang antar masing-masing wilayah untuk jenis barang sembako.

Namun, dalam pelaksanaannya, peranan pemerintah melalui Bulog, kurang dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan kurang adanya sosialisasi atau kegiatan-kegiatan bulog yang mengarah kepada tujuan utama dalam pengendalian harga, dan ruang lingkup yang terbatas tidak pada spesifikasi keseluruhan barang sembako.

Pemahaman di masyarakat Bulog hanya mengendalikan 'beras', padahal masih ada delapan barang pokok lain, selain beras yang harus juga diperhatikan.

Dengan adanya analisis awal dan rutin tentang harga dan pasar pada ruang lingkup sembako, seharusnya dapat diambil kebijakan yang cepat dan tepat, untuk menjaga stabilitas harga sembako, di masing-masing wilayah Bulog.

Untuk masing-masing daerah, terdapat hasil analisis harga pasar, dan standar harga hasil analisis masing-masing wilayah Bulog, serta kebijakan harga pasar yang diambil/ditetapkan oleh Bulog. Setiap wilayah akan mempunyai standar harga sembako yang berbeda, karena hasil analisis harga dan pasar yang dilakukan berbeda.

Hasil analisis harga dan kebijakan tentang harga pasar yang berlaku, tidak akan berguna bagi masyarakat, kalau tidak disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga informasi yang ada tidak sampai kepada masyarakat. Hal ini dapat ditindaklanjuti dengan sosialisasi di pasar-pasar, bekerja sama dengan dinas terkait untuk menampilkan harga pasar pada papan informasi.

Bulog juga dapat menampilkan informasi ini pada situs resmi mereka, dengan mencantumkan update mengenai kapan analisis harga diambil dan kebijakan yang mengikat dengan rentan waktu yang wajar.

Bulog sebagai perusahaan umum harus mampu kestabilan harga sembako, karena Pemerintah akan dinilai kredibilatsnya dalam menjaga stabilitas harga melalui apa yang dilakukan oleh Bulog.

Selain itu, Bulog dapat melakukan kegiatan sosial seperti pasar/bazar murah, yang mengundang pedagang untuk dapat membuka lapak pada kegiatan sosial tersebut, dengan mengacu pada kebijakan harga yang telah ditetapkan Bulog di masing-masing wilayahnya. Kegiatan sosial ini akan lebih dapat dirasakan masyarakat dalam menjaga kestabilan harga sembako.

Dalam perkembangan teknologi sekarang ini, Bulog juga dapat merekomendasikan penjual online yang menjual sembako dengan harga yang sesuai dengan ketentuan/kebijakan Bulog di masing-masing wilayahnya. Rekomendasi Bulog dapat berupa sertifikat 'Credibel Seller' yang dikeluarkan kepada penjual sembako yang menggunakan standar harga yang telah ditetapkan Bulog.

Credibel Seller ini yang akan membangkitkan semangat masyarakat untuk menjaga stabilitas harga sembako. Dengan makin banyaknya informasi yang disampaikan oleh Bulog, dan jaringan Credibel Seller yang telah diakomodir oleh kebijakan-kebijakan bulog tentang harga dan standar pasar, stabilitas harga sembako di masng-masing daerah akan dapat tercipta, maka tujuan dalam menyejahterakan masyarakat (khususnya kalangan menengah-bawah) akan dapat tercapai.

Sumber : https://www.kompasiana.com/andhiek/5ad097b1cf01b479491f57d2/mewujudkan-kesejahteraan-masyarakat-dengan-stabilitas-harga-sembako

Friday, April 13, 2018

Cara Menyusun Jurnal yang Baik

Kebutuhan akan menulis jurnal dengan baik, merupakan kebutuhan bagi akademisi, baik yang berstatus mahasiswa, dosen, dan peneliti. Jurnal yang baik harus memenuhi syarat untuk diterbitkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh masing-masing publisher jurnal, yang biasa dapat kita ketahui setelah kita melakukan register pada publisher jurnal. Adapun standar utama yang harus kita ikuti, diatur dalam ‘author guidelines’.


Adapun jurnal yang baik, harus dapat memenuhi kriteria minimum seperti yang akan kita jelaskan seperti dibawah ini:
1. Judul harus dibuat semenarik mungkin.
2. Nama penulis harus ditulis dengan lengkap dan jelas.
3. Abstrak, memuat tentang tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian yang menunjukkan nilai analisis.
4. Keyword, harus mencantumkan kata-kata kunci yang ditulis dalam artikel.
5. Klasifikasi jurnal JEL, terdapat beberpa jurnal yang mengharuskan klasifikasi artikel sesuai https://www.aeaweb.org/jel/guide/jel.php.
6. Pendahuluan, Jurnal harus dapat menjelaskan kenapa penelitian ini dilakukan, motivasi dalam melakukan penelitian ini, dan perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu.
7. Studi literatur, pengertian masing-masing variabel, indikator variabel, dan menjelaskan hasil-hasil penelitian terdahulu yang dijadikan sebagai tinjauan pustaka dalam penulisan jurnal.
8. Metode penelitian, menjelaskan tentang populasi target penelitian, cara pengambilan sampel (apabila menggunakan metode sampel), cara mengambil data, profil responden, dan cara analisis data dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan.
9. Hasil pembahasan yang menjelaskan mengenai hasil penelitian yang diambil dari hasil analisis data dan dibandingkan dengan hipotesis yang telah ditetapkan.
10. Kesimpulan yang merupakan ringkasan hasil penelitian dan saran-saran yang perlu dilakukan dengan berdasaran hasil pembahasan.
11. Daftar pustaka, yang berisi tentang studi literatur yang telah kita gunakan sebagai dasar penelitian ini.

Setelah kita menulis jurnal penelitian, dengan 11 kriteria minimum yang telah disebutkan diatas, kita dapat men’submit’ jurnal kita pada publisher. Untuk selanjutnya proses yang dilakukan adalah menunggu jurnal kita untuk dilihat oleh editor. Dari proses editor akan berlanjut pada proses review oleh tim reviewer yang akan ditunjuk oleh editor.

Pada proses review, kita harus dapat mempertanggung jawabkan apa yang telah kita tulis dalam jurnal , dan meyakinkan reviewer tentang jurnal kita, sehingga jurnal kita memang benar-benar layak untuk dapat diterbitkan pada publisher. (ASH)

https://id.scribd.com/document/376946707/Cara-Menyusun-Jurnal-Yang-Baik

Wednesday, April 11, 2018

Kepemimpinan Inspirasional (Mind-Blowing Leadership)

Kecerdasan emosional tetap menjadi unsur kunci dalam pengembangan para pemimpin perusahaan. Kecerdasan emosional juga karyawan dalam meningkatkan kinerja dan produktifitas kerja. Setiap karyawan yang termotivasi akan dapat bekerja dengan lebih giat dan cenderung bekerja secara lebih kreatif. Dan tentunya motivasi yang terbaik didatangkan oleh pimpinan yang mampu menginspirasi para karyawannya.


Kompetensi pemimpin dalam memotivasi dan membimbing orang-orang untuk menyelesaikan pekerjaan, dan untuk menghasilkan yang terbaik merupakan kepemimpinan inspirasional (Mind-Blowing Leadership). Dengan gaya kepemimpinan inspirasional, seorang pemimpin dapat menjelaskan misi bersama kepada karyawan dalam bentuk inspirasi dan memotivasi serta menciptakan tujuan bersama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pemimpin yang menggunakan inspirasi dalam memotivasi karyawannya memiliki tingkat keharmonisan yang lebih besar dalam lingkungan kerja. Sebaliknya, pemimpin yang tidak menggunakan inspirasi cenderung berada pada lingkungan kerja yang kurang harmonis. Inspirasi yang dimaksud disini adalah menetapkan visi, misi, dan tujuan organisasi dengan melibatkan semua karyawan yang dipandang efektif dalam pencapaian tujuan organisasi.

Mengingatkan orang tentang tujuan organisasi atau kerja sama mereka memiliki dampak besar pada motivasi, kebanggaan, dan energi mereka. Pada kasus Bill George ketika dia adalah CEO dari pembuat perangkat medis Medtronic. George memiliki pasien yang hidupnya diselamatkan oleh produk Medtronic yang mengunjungi para pekerja pabrik yang membuat alat-alat itu untuk berterima kasih kepada mereka. Hal ini membuat para karyawan memiliki kebanggaan ekstra dan sangat peduli dengan apa yang mereka lakukan. Medtronic tumbuh dalam pendapatan besar sementara George adalah CEO dan sangat sukses di bawah kepemimpinannya.

Pemimpin yang tidak memiliki kompetensi inspirasional ini dapat memiliki beberapa dampak yang tidak diinginkan pada orang lain. Sebagai contoh, sebuah perusahaan media terkenal menciptakan divisi eksperimental, tetapi setelah mencobanya selama setahun, para eksekutif senior perusahaan memutuskan divisi tersebut tidak mencapai apa yang mereka inginkan. Jadi, mereka memutuskan untuk menutupnya dan mengirim seorang eksekutif untuk memberi tahu karyawan divisi itu. Dia mulai dengan memberi tahu mereka bahwa dia baru saja datang dari konferensi mewah di Monte Carlo dengan para pemimpin organisasi media lainnya, beberapa di antaranya juga mencoba jenis divisi yang sama. Divisi saingan mereka telah melakukannya dengan sangat baik, tetapi mereka telah gagal,katanya kepada karyawan. Dia sangat arogan, bahkan kasar, dalam cara dia memberi tahu orang-orang di divisi itu dengan penyampaian yang buruk. Para pekerja itu gempar, dan memanggil keamanan untuk mengeluarkan eksekutif dari ruangan. Kekurangan dari eksekutif ini adalah kompetensi Kepemimpinan Inspirasional.

Kepemimpinan yang inspirasional bisa datang dalam berbagai bentuk, dan konteksnya penting. Pemimpin yang telah mengembangkan kompetensi kecerdasan emosional lainnya seperti kesadaran diri emosional, empati, pandangan positif, dan kerja tim yang  dilengkapi dengan kemampuan untuk berpikir kreatif tentang cara terbaik untuk melibatkan semua orang. Ini karena mereka akan berdiskusi dengan tim mereka, mendengarkan mereka, dan menanggapi masukan mereka. Pemimpin seperti itu akan memiliki naluri yang lebih baik tentang apa yang harus diminta dalam hal penetapan visi, misi, dan tujuan. Inilah yang menjadikan seorang pemimpin memiliki kemampuan kepemimpinan inspirasional.

Sumber : www.kornferry.com/institute/emotional-intelligence-inspirational-leadership

Mind-Blowing Leadership

Thursday, April 5, 2018

Populasi dan Sampel

Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus. Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang tapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Sampel
Pengertian dari sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara representative dapat mewakili populasinya. Menurut Sugiyono(2011) sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, missal karena keterbatan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative. Penelitian sample baru boleh di laksanakan apabila keadaan subyek di dalam populasi benar-benar homogen. Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat: (1) Harus meliputi seluruh unsur sampel, (2) Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali, (3)  Harus up to date, (4) Batas-batasnya harus jelas, (5) Harus dapat dilacak dilapangan.
Menurut Teken (dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi) Ciri-ciri sample yang ideal adalah: (1) Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti, (2) Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku  (standar) dari taksiran yang diperoleh, (3) Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan, (4) Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah.

Keuntungan Penelitian Sampel
Kita melakukan penelitian sampel dari pada melakukan penelitian populasi karna penelitian sampel memiliki beberapa keuntungan, yaitu: (1) Karna menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karna subyek penelitian sample relative lebih sedikit di banding dengan study populasi, (2) Di banding dengan penelitian populasi penelitian sample lebih baik karna apabila penelitian populasi terlalu besar maka di khawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan, (3) Pada penelitian populasi akn terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya, (4) Dalam penelitian populasi sering bersifat destruktif, (5) Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik di laksanakan karna terlalu luas populasinya.

Representative Sampel
Ada empat parameter yang bisa dianggap menentukan representativeness sampel (sampel yang benar-benar mencerminkan populasinya), yaitu: (1) Variabilitas populasi, merupakan hal yang sudah “given”, artinya peneiti harus menerima sebagaimana adanya, dan tidak dapat mengatur atau memanipulasinya, (2) Besar sampel, makin besar sampel yang diambil akan semakin besar atau tinggi taraf representativeness sampel tersebut. Jika populasinya homogen secara sempurna, besarnya sampel tidak mempengaruhi tarag representativeness sampel, (3) Teknik penentuan sampel, makin tinggi tingkat rambang dalam penentuan sampel, akan makin tinggi pula tingkat representativeness sampel, (4) Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi dalam sampel. Makin lengkap ciri-ciri populasinya yang dimasukkan ke dalam sampel, akan makin tinggi tingkat representativeness sampel.

Teknik Pengambilan Sampel
1.    Probability Sampling atau Random Sampling
a. Simple random sampling, pengambilan sample secara acak sederhana, ialah sebuah sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elemen dari populasi mempunyai kesempatan yang sama  untuk dipilih menjadi sample. Metode yang digunakan dengan cara (1) undian (digoncang seperti arisan), (2) ordinal (angka kelipatan), (3)tabel bilangan random.
b. Proportionate stratified random sampling, misal dengan siswa sebagai sampelnya, maka perlu ada kalsifikasi siswa berdasar strata (misal kelas I, II dan III).

Disproportional stratified random sampling.
c.  Area Sampling, teknik pengambilan sample berdasar wilayah.
d. Kluster sampling, teknik pengambilan sample berdasar gugus atau clusters, misal: sebuah penelitian ingin mengetahui pendapatan keluarga dalam suatu desa,  dengan berbagai klaster, missal dari segi pekerjaan: Tani, Buruh, PNS, Nelayan.

2.    Non-Probability Sampling

a.  Sampling sistematis, yaitu memilih sampel dari suatu urutan daftar menurut urutan tertentu, missal tiap individu urutan no ke-n (10, 15, 20 dst).
b.  Sampling kuota, (quota sampling), teknik sampling yang didasarkan pada terpenuhinya jumlah sample yang diinginkan (ditentukan).
c.  Sampling aksidental, sample yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada, misalnya dengan menanyai siapa saja yang ditemui dijalan, untuk meminta pendapat tentang kenaikan harga sembako.
d. Purposive sampling, teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan tertentu. (orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel).
e.    Sampling jenuh (sensus).
f.  Snowball sampling, dimulai dari kelompok kecil  yang diminta untuk menunjukkan kawan masing-masing. Kemudian kawan tesrebut diminta untuk menunjukkan kawannya lagi dan seterusnya sampai secukupnya.

Sumber :
Rutoto, Sabar. 2007. Pengantar Metedologi Penelitian. FKIP: Universitas Muria Kudus.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Wednesday, April 4, 2018

Studi Literatur dan Studi Pustaka

Latar Belakang Studi Literatur

Studi literatur yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Sehingga informasi yang didapat dari studi kepustakaan ini dijadikan rujukan untuk memperkuat argumentasi-argumentasi yang ada.
Studi literatur ini dilakukan oleh peneliti setelah menentukan topik penelitian dan ditetapkannya rumusan permasalahan, sebelum terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Studi Literatur.

Pengertian Studi Literatur

Studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian.
Menurut Danial dan Warsiah Studi Literatur adalah merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan sejumlah buku buku, majalah yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan berbagai teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi/diteliti sebagai bahan rujukan dalam pembahasan hasil penelitian.
Pengertian Lain tentang Studi literatur adalah mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi ini dapat dicari dari buku, jurnal, artikel laporan penelitian, dan situs-situs di internet. Output dari studi literatur ini adalah terkoleksinya referensi yang relefan dengan perumusan masalah.
Secara Umum Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Dengan kata lain, istilah Studi Literatur ini juga sangat familier dengan sebutan studi pustaka.

Isi Studi Literatur

Dalam sebuah penelitian yang hendak dijalankan, tentu saja seorang peneliti harus memiliki wawasan yang luas terkait objek yang akan diteliti. Jika tidak, maka dapat dipastikan dalam persentasi yang besar bahwa penelitian tersebut akan gagal.
Studi literatur seharusnya menjawab, (1) Apa yang telah dikerjakan pada daerah topik ini sampai saat ini ? Apa saja yang penemuan penting, konsep-konsep kunci, argumen, dan / atau teori-teori yang penelitian lain sudah ajukan ? yang mana merupakan hasil-hasil pekerjaan yang penting ?; (2) Pada area mana dari topik penelitian sebelumnya telah terkonsentrasi? Apakah ada perkembangan yang dari waktu ke waktu? Metodologi apa yang telah digunakan?; (3) Apakah ada kesenjangan dalam penelitian? Apakah ada bagian yang belum didekati, padahal seharusnya dilakukan? Apakah ada cara baru untuk melihat topik ini?; (4) Apakah ada perbaikan metodologi untuk penelitian bidang ini ?; (5) Apa arah masa depan yang dibutuhkan dalam penelitian ini?; (6) Bagaimana penelitian Anda membangun atau berangkat dari penelitian yang saat ini dan sebelumnya terkait dengan topik tersebut? Apa kontribusi riset Anda akan membuat ke lapangan?.

Cara mengorganisasikan studi literatur (1) Kronologi. Pada struktur ini, anda akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber publikasi sesuai urutan kemunculannya, menyoroti perubahan dalam penelitian di bidang ini dan topik spesik anda dari waktu ke waktu. Metode ini berguna untuk paper yang berfokus pada metodologi penelitian, makalah historiografi, dan tulisan lain di mana waktu menjadi unsur penting (2) Tematik. Dalam struktur ini, Anda akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber Anda sesuai tema atau topiknya. Cara ini lebih kuat secara pengorganisasian, dan membantu menahan keinginan Anda untuk merangkum sumber-sumber pustaka Anda. Dengan mengelompokkan tema atau topik penelitian bersama, Anda dapat menunjukkan jenis topik yang penting dalam penelitian Anda.